Rabu, 26 Juni 2024

Cara Mudah Beternak Jangkrik

Meraup Untung Dimasa Pandemi Dengan Beternak Jangkrik


Belajar Berwirausaha

Mengulas secara detail bagaimana cara beternak jangkrik dimulai dari membuat/menghasilkan telur jangkrik sendiri. Dikarenakan nilai tambah dari peternak jangkrik adalah dari menjual telur jangkrik tersebut.

box jangkrik dewasa siap panen

Sebelum mengembangbiakkan jangkrik alangkah baiknya sedikit mengenal terlebih dahulu tentang binatang ini.

Jangkrik (gryllidae) adalah binatang yang aktif dimalam hari (nokturnal), tergolong pemakan segala (omnivora), juga termasuk binatang berumur pendek antara 80–90 hari, dan selama hidupnya berganti kulit (metamorfosis) 3–4 kali sampai menjadi jangkrik dewasa/bersayap.

Jangkrik pada umumnya kanibal, berhabitat pada tempat yang kering namun lembab dan hangat.

Jangkrik dewasa berjenis kelamin jantan mempunyai sayap yang tebal/kasar dan mempunyai sungut ekor dua.

Sedangkan pada jangkrik dewasa betina sayapnya relatif halus, mempunyai sungut ekor tiga dan yang ditengah mirip seperti jarum, yang fungsinya untuk mengeluarkan telur dengan ditancapkan pada pasir/tanah yang lembab.

Jangkrik juga salah satu jenis binatang yatim piatu sejak lahir karena jangkrik betina akan mati setelah selesai masa bertelur + 15–20 hari ( total berkisar antara 400–500 telur per 1 ekor jangkrik betina ).

Sebelumnya jangkrik jantan dewasa mati duluan setelah membuahi sel telur jangkrik-jangkrik betina (setelah masa kawin).

Di alam bebas telur-telur jangkrik akan menetas bergantung pada suhu dan kelembapan dan hidup menjadi jangkrik dewasa berdasarkan seleksi alam.

Kabar baiknya, jangkrik juga mudah dikembangbiakkan/diternak dengan meniru syarat dan pola hidupnya.

Oke, langsung saja kita bahas!, tapi serius bacanya ya, supaya tidak gagal paham.

Dan sekiranya artikel ini bermanfaat untuk orang lain, silahkan share, like, atau coment.

Ehem.....

Langkah-Langkah Beternak Jangkrik

I. Lokasi kandang jangkrik

Untuk beternak jangkrik yang pertama adalah menentukan lokasi/tempat kandang jangkrik, tempat yang baik minimal memenuhi syarat :

-          Sedikit sinar matahari yang masuk atau berada dibawah rimbun pohon.

-          Sedikit jauh dari keramaian atau jalan.

-          Tidak ada genangan air.

-          Tidak berdampingan dengan kandang ternak lainnya, terutama jenis unggas.

Kandang jangkrik bisa dibuat dengan bambu untuk tiang dan kerangkanya dengan tinggi minimal 2,5 meter, atapnya bisa dari rumbia/alang-alang dan dinding dari gribik/gedek.

Untuk lebarnya mengikuti berapa kotak/box kandang jangkrik yang akan dibuat (uas 1 box kandang = 1 luas ukuran triplek tebal 3 mm atau P : 2,4 meter L : 1,2 meter).

Untuk memulai beternak jangkrik minimal mempunyai 3 box kandang jangkrik, 1 box untuk pembibitan sekaligus penghasil telur dan 2 box untuk penetasan sekaligus pemeliharaan.

II. Penyiapan sarana dan peralatan kandang.


Penyiapan box kandang jangkrik.

Telah disinggung diatas bahwa untuk memulai beternak jangkrik minimal mempunyai 3 box kandang jangkrik.

Namun sambil berjalan siapkan dahulu 1 box kandang jangkrik dan yang 2 box lainnya menyusul kemudian.

Untuk membuat box kandang jangkrik, alat yang perlu disiapkan diantaranya :

1.      Gergaji kayu
2.      Meteran/Alat ukur
3.      Palu
4.      Pisau/carter
5.      Pensil

1 box kandang jangkrik dibuat dengan bahan dan uraian sebagai berikut :

1.     Untuk dinding box kandang memerlukan : 3 buah triplek ukuran tebal : 3 mm, panjang : 2,4 m, lebar : 1,2 m (semakin tebal ukuran triplek semakin baik untuk tahan lamanya).

2.      Untuk kaki box kandang memerlukan : kaso kayu sengon panjang : 90 cm x 4 buah = 3,6 meter, atau = 1 biji kayu kaso sengon ukuran 4 meteran (semakin keras jenis kayu semakin baik untuk tahan lamanya).

3.      Untuk kerangka keliling box kandang memerlukan : reng kayu sengon dengan total panjang : 20 meter, atau = 5 biji kayu reng sengon ukuran 4 meteran (semakin keras jenis kayu semakin baik untuk tahan lamanya).

4.      Waring atau Jaring yang rapat, digunakan untuk tutup box kandang, biasanya berukuran lebar : 1,5 meter dan di pasaran dijual per meter.

Ut Untuk ukuran 1 box kandang memerlukan waring dengan panjang : 2,5 meter (1 bok kandang membutuhkan waring ukuran 1,5m X 2,5m).

5.      Lakban/Isolasi yang besar, biasanya berukuran lebar 5cm, digunakan keliling pada bagian dalam atas box kandang.

     Fungsinya supaya jangkrik tidak keluar/kabur jika merayap pada dinding box, karena jangkrik akan kembali jatuh jika melewati daerah yang berlakban.

6.      Paku reng dan paku triplek. (gunakan dengan bijak dan hemat).

7.      Tanah liat/semen, digunakan untuk setiap sudut 900 pada box kandang baik yang disamping ataupun didasar bagian dalam box.
      
      Fungsinya supaya jangkrik tidak kabur/keluar jika ada celah walaupun kecil pada sudut hasil pertemuan antar triplek.

8.      Kaleng bekas 4 buah, usahakan yang berdiameter agak lebar, digunakan untuk merendam ke-empat kaki box kandang dengan diisi cairan oli bekas ataupun air, kontrol isi cairan berkala, jika berkurang tambahkan lagi dan jangan sampai kering.

      Fungsinya supaya predator tidak masuk/merayap lewat kaki box, contohnya seperti semut.

III. Pembibitan.


Setelah box pertama jadi, langkah selanjutnya adalah membuat media hidup jangkrik supaya tampak seperti pada habitatnya dengan cara mengisi box dengan bekas tatakan telor yang terbuat dari kertas atau (Tre).

Jika sulit mendapatkannya bisa juga dengan daun pisang yang sudah kering di pohonnya.

Memang yang bagus adalah campuran dari keduannya.

Setelah semuannya siap, selanjutnya adalah membuat/menciptakan bibit penghasil telur jangkrik.

Pada masa sekarang rasanya mustahil untuk menangkap sekian banyak jangkrik dewasa di alam bebas, atau membeli jangkrik dewasa pada peternak jangkrik lain.

Pada umumnya mereka tidak menjual bibit jangkrik namun menjual telurnya, dikarenakan nilai ekonomisnya lebih pada telur jangkrik tersebut.

Untuk mengakalinya, belilah 1 kg jangkrik muda yang ada di pasar-pasar burung, pilih antara jangkrik jantan dan betina dengan perbandingan 1:10 (1 ekor jangkrik jantan : 10 ekor jangkrik betina), pelihara hingga menjadi jangkrik dewasa dan siap bertelur.

Biasanya menunggu waktu antara 20-30 hari, sesekali beri makan yang mengandung banyak protein seperti kuning telur yang sudah direbus supaya kualitas dan kuantitas telur yang dihasilkan jangkrik bagus.

IV. Alat/Media Pembuatan Telur Sendiri.


Sebagai gambaran, media untuk bertelur jangkrik ini berbentuk persegi panjang, dengan tinggi 4cm, panjang 50cm dan lebar 30cm.

Bagian tingginya/samping dari kayu reng yang dberdirikan/bagian lebarnya diatas dan alasnya dari triplek, dengan dipaku dari bagian triplek/bagian bawah keliling. 

Uraian untuk membuat sarana bertelur dan penghasil telur jangkrik, alat dan bahan yang perlu kita siapkan adalah :

I.                   Alat

1.    Bak air yang pendek diameter 50-60 cm.
2.  Saringan santan kelapa yang lembut, lembutnya seperti saringan teh namun yang besar, biasanya sebesar piring makan dan kelilingnya terbuat dari plastik.
3.      Palu kecil
4.      Meteran/alat ukur/penggaris

II.                Bahan

1.      Triplek ukuran panjang : 50cm dan lebar : 30cm
2.      Kayu reng ukuran panjang : 50cm 2biji dan lebar : 30cm 2biji
3.      Paku triplek
4.   Pasir dicampur sedikit tanah dengan perbandingan 1:10 (1 bagian tanah : 10 bagian   pasir)


III.             Urian

1.      Buat kotak seperti gambaran/ilustrasi diatas.

2.  Saring/ayak pasir dengan saringan dengan jumlah pasir disesuaikan dengan volume   kotak.

3.    Rendam pasir hasil saringan kedalam bak air selama 5 menit, buang airnya lewat bagian atas dengan memiringkan bak air pelan-pelan, kemudian masukkan dan ratakan pasir basah tadi kedalam kotak, namun jangan melebihi tinggi kotak (jika tinggi kotak 4 cm, sisakan 1cm, jadi tinggi pasir 3 cm).

      Tiriskan kotak sampai air jarang lagi yang menetes keluar.

4.  Letakkan kotak kedalam box kandang pada waktu sore hari, biarkan semalaman, dan pada pagi harinya kotak diangkat keluar.

      (karena jangkrik binatang nokturnal mereka lebih aktif dimalam hari, dan jangkrik betina akan bertelur dengan cara menusukkan jarum pada ekornya kedalam pasir yang basah/lembab pada kotak).

5.   Pada pagi harinya sebelumnya sudah menyiapkan bak yang telah diisi air setengahnya dari tinggi bak.

    Masukkan kotak yang diinapkan semalam di box kandang jangkrik tadi kedalam bak, tumpahkan seluruh pasirnya, cuci kotak sampai bersih di bak itu juga.

6.  Dulang pasir dalam bak dengan saringan berkali-kali dan terus menerus sampai telur benar-benar terdulang/tersaring sempurna (telur akan nyangkut pada saringan dan pasirnya akan turun bersama air, karena pasir tadi hasil saringan dari saringan yang juga untuk mendulang).

    Kumpulkan telur-telur tersebut menjadi satu pada selembar kain kering lalu jemur     sebentar (catatan :  hindarkan telur jangan sampai menggumpal).

7.     Selanjutnya kembali masukkan pasir bekas dulangan tadi kedalam kotak tempat bertelur, tiriskan dengan cara dimiringkan selama 15 menit, taruh kembali kedalam box kandang pada tempatnya semula.

     Ulangi proses tersebut sampai hasil dulangan kian sedikit/jangkriknya juga kian sedikit. (proses bertelur biasanya memakan waktu 10-15 hari, dan jangkrik betina akan mati setelah selesai bertelur).

    Catatan: kumpulkan dan jadikan 1 proses demi proses dulangan telur pada kain yang bersih dan kering.
     Dan juga telur jangan sampai menggumpal, dengan cara dijemur pada sinar matahari pagi sebentar setiap selesai proses mendulang.

Kesimpulan :  Telur jangkrik berada didalam pasir selama 1 malam (12 jam). Dimulai dari peletakan jam 6 sore, dan diambil jam 6 pagi.


V. Penetasan.


Setelah telur-telur tadi terkumpul, bagi 3 sama rata telur tersebut dengan asumsi sudah mempunyai 3 box kandang jangkrik (1 box kandang bekas pembibitan yang sudah dibersihkan/dicuci dengan air dan dijemur sampai kering + 2 box kandang yang dibuat sambil berjalan bersama proses pembibitan).

Kemudian taruh telur diatas 3 kain bersih yang sudah dibasahi dengan air dan diperas (kain hanya menjadi lembab) lipat kain namun jangan terlalu rapat/kencang lalu letakkan kedalam box kandang dengan posisi ditengah.

Beri lampu bohlam 5 watt tepat diatas kain berisi telur dengan jarak + 15 cm, periksa secara berkala, apabila kain sudah tampak kering, semprot dengan air bersih menggunakan sprayer untuk memandikan burung dengan disetel mengembun.

Setelah 7 hari biasanya sebagian kecil telur sudah menetas/ketika tampak anakkan jangkrik pada kain yang keluar, buka salah satu dari lipatan sedikit saja dan hentikan penyemprotan. (jangkrik akan menetas antara 7-10 hari).

Pada hari ke-7 masukkan Tre atau daun pisang kering kedalam box kandang sedikit demi sedikit mengacu pada umur/besar jangkrik.

Pada hari ke-10 atau jika telur jangkrik sudah menetas sempurna, angkat kain pembungkus telur berikut lampu bohlam.

Semakin berumur jangkrik masukkan semakin banyak Tre/daun pisang kering.

(catatan : untuk jangkrik yang masih makan voor/pur pada siang hari dan menjelang malam semprotkan air bersih yang disetel embun dengan sprayer kedalam box kandang diatas tumpukan Tre/daun pisang kering sedang-sedang saja/jangan terlalu basah, hal ini bertujuan untuk minum anakan jangkrik).

VI. Pemeliharaan


Proses ini dibagi menjadi 2 bagian penting dalam hal beternak jangkrik, karena jika lalai sedikit saja maka fatal akibatnya.

1. Pemberian pakan

Pada proses penetasan setelah hari ke-10, anakan jangkrik langsung diberi pakan voor/pur 511 yang sudah dihaluskan baik digiling ataupun dihaluskan manual selama 7 hari dengan cara ditaruh diatas triplek persegi empat ukuran 30cm.

Untuk 1 box kandang beri 3 tempat pakan dengan diletakkan diatas Tre/daun pisang kering.

Periksa pakan berkala terutama menjelang malam hari, jika pakan habis segera tambahkan untuk mencegah jangkrik menjadi kanibal, karena jika lapar jangkrik akan saling makan dan korbannya terutama jangkrik yang sedang dalam proses pergantian kulit.

Hal ini berlaku baik jangkrik masih diberi pakan voor/pur ataupun sudah diberi pakan daun-daunan/sayuran.

Untuk menghemat kost pakan, pada jangkrik yang telah berumur lebih dari 17 hari hentikan proses penyemprotan/pengembunan box kandang dan jangkrik diberi pakan daun, batang, ataupun buah yang masih mentah dari pohon pepaya/kates dengan cara :

o   Daun pepaya langsung ditaruh kedalam box kandang diatas tumpukan Tre/daun pisang kering.

Batang pohon pepaya dikupas, kulit luarnya dibuang kemudian diiris tipis-tipis memanjang.

o      Buah pepaya mentah diiris tipis-tipis.

Berdasarkan pengalaman pakan diatas paling bagus selain dari daun singkong dan daun-daunan lainnya.

Hindarkan jika memberi pakan bekas sayur-sayuran dari pasar langsung karena jangkrik akan mati, hal ini dikarenakan sayuran dari pasar mengandung insektisida/pestisida pengganggu tanaman.

Jika akan memberi pakan bekas sayuran dari pasar, cuci dulu sayuran dengan air yang mengalir kemudian jemur sayuran sampai menjadi layu baru dimasukkan ke dalam box kandang.

(catatan : jangan sampai pakan tidak habis apalagi sampai membusuk terutama untuk pakan selain voor/pur, ambil pakan yang kira-kira berpotensi akan membusuk dan ganti yang baru pada waktu memberi pakan, terutama menjelang malam).

Penting!: Jika Anda menginginkan hasil maksimal, beri pakan fuel voor/pur dari awal hingga panen.

2.   Pemeliharaan box kandang

Selalu periksa bagian luar dan dalam box kandang.

Untuk bagian dalam box hindarkan terjadi genangan/basahan pada Tre/daun pisang kering oleh air ataupun basahan dari sisa pakan.

Untuk bagian luar box periksa adakah predator berbahaya terutama semut dan cicak.

Periksa tutup box dan juga waringnya apakah benar-benar tertutup rapat/tidak ada yang koyak terutama setelah selesai memberi pakan.

Periksa juga pada bagian kaki box, apakah cairan oli bekas/airnya berkurang, jika iya segera tambahkan.

Setelah pasca panen cuci bersih box dengan air kemudian jemur hingga kering, biasanya tambalan semen/tanah liat pada box akan ikut terkelupas, setelah box kering ganti tambalan dengan yang baru.


VII. Hama Penyakit


Sampai saat ini belum ditemukan hama atau penyakit yang epidemik pada jangkrik kecuali hama penyakit dari predator diatas rantai makanannya terutama cicak.

Kemasukkan 1 anak cicak saja kedalam box jangkrik, maka bisa dipastikan akan gagal panen.


VIII. Penutup


Jangkrik bernilai puncak ekonomisnya pada umur minimal 30 hari dan maksimal umur 40 hari, atau maksimal jika sudah terlihat satu dua jangkrik yang mulai bersayap segera panen/jual jangkrik, namun sisakan kembali + 1 kg untuk bakal bibit dengan memilih antara jangkrik jantan dan betina dengan perbandingan 1:10 dan ulangi kembali prosesnya dari awal seperti diatas.

Jika berencana memperbesar peternakan/budidaya atau dengan kata lain menambah box kandang, maka jangkrik yang disisakan untuk bakal bibit otomatis lebih dari 1 kg tergantung dari berapa box yang akan ditambahkan jika 3 box = 1kg bakal bibit.

Mohon maaf, hitung sendiri ya..


NB: PERINGATAN !! JANGAN BUKA JIKA TIDAK INGIN SUKSES !


Semoga bermanfaat  – Salam – 

Cara Membuat Tempe Sendiri Di Rumah

Belajar Berwirausaha
Cara Membuat Tempe Sendiri Di Rumah

Tutorial Lengkap Membuat Tempe Dari Kacang Kedelai


Yang pertama ingin saya tulis di sini adalah,

jika Anda mencari artikel tentang manfaat tempe,

dari pada membuang waktu Anda yang sangat berharga,

silahkan untuk meninggalkan blog ini dan pergi ke tempat lain,

karena Anda tidak akan menemukannya di sini.

Dan untuk Anda yang serius ingin mendalami ilmu pertempean,

Anda sekarang berada di tempat yang tepat, karena saya dzolim jika artikel yang saya tulis ini tidak benar.

Semoga orang-orang serius tersebut di atas menemukan artikel ini dalam keadaan sehat dan tak kurang suatu apapun.....

(silahkan Anda meng-Aamiin-i dengan menge-share ke orang yang Anda kasihi, hehe.. :-)


Terlepas dari segudang manfaat tempe, yang saya tulis diartikel ini adalah caranya membuat tempe, karena jujur manfaatnya saya nggak tahu, yang saya tahu cara membuat tempe. Itu saja.


Kemudian mungkin ada pertanyaan, kenapa judul artikel ini "cara membuat tempe sendiri di rumah" bukan "cara membuat tempe", atau "cara membuat tempe yang benar", juga ada lagi "cara membuat tempe yang enak", "cara bikin tempe rumahan", dll.

Jawabannya adalah berhubungan dengan kata kunci, atau kalau orang SEO menyebutnya "keywords".

Dikarenakan begitu mendunianya tempe, persaingan dengan kata kunci di atas, .....

Berat bro, apalagi untuk website domain gratisan kayak punya saya ini.

Tapi yang membuat saya lebih sedih, sebagian website peringkat atas tersebut, di dalam menulis artikel soal proses pembuatan tempe, proses fermentasi kacang kedelainya kok nggak ada.

Pun terkadang saya heran dengan robot google, kok bisa ya?
Dan untuk menghibur hati saya yang buta SEO,
Hanya membatin "mungkin robot googlenya sedang pusing karena nggak pernah makan tempe" hehe..

"Proses fermentasi adalah proses perendaman kacang kedelai, setelah proses perebusan, dengan menggunakan bakteri asam laktat/cuka"

Indikatornya adalah semakin mengental air rendaman kacang kedelai maka proses fermentasi semakin baik, dan air rendaman berasa sangat asam.

Pada hal, selama 20 tahun menjadi anak dari pengrajin tempe, kalau proses fermentasinya gagal  (indikator gagal=biasanya air rendaman kacang kedelai encer dan tidak berasa asam) maka jamur ryzopus sp. tidak akan tumbuh.



Sebelum berlanjut ke pembahasan cara membuat tempe, perkenankan saya bertanya kepada Anda,

Pernahkah Anda memakan tempe?

Enak, biasa saja, atau tidak enakkah tempe yang Anda makan?

Seperti pribahasa "rasa tidak pernah bohong", sama halnya dalam ilmu pertempean.

Rasa enak dari tempe adalah syarat mutlak yang harus diperhatikan, titik

Tempe yang bagus ditandai dengan jamur berwarna putih dan rata, juga tahan 2 hingga 3 hari ( tempe biasanya tidak berbau busuk dan berasa semangit, tetapi semakin mengeras.


Tempe yang bagus akan berasa gurih dan tekstur bagian dalam tempepun berwarna kekuningan cerah bila dipotong (untuk tempe yang masih baru/segar).

Namun jangan tertipu, karena ada juga pengrajin tempe yang menggunakan pewarna makanan supaya tempe buatannya lebih menarik dari segi kecerahan warna tempe.


Untuk mendapatkan tempe yang baik sangat tergantung dari proses Perebusan dan Pencucian kedelainya ( Pencucian kedelai dalam bahasa saya, saya sebut ngriyek ).

Beda dengan proses perebusan, proses ngriyek ini adalah salah satu proses yang gampang-gampang susah dalam ilmu pembuatan tempe.


Mengapa saya sebut demikian, silahkan untuk terus membaca.

Berikut adalah ulasan cara membuat tempe dengan 5 kg kedelai.

Untuk membuat tempe yang kita perlukan adalah alat dan bahan.



I. Alat


1. Tungku/Kompor
    Pada industri skala UMKM biasanya menggunakan batok kelapa atau sekam padi sebagai                       bahan bakar, selain kayu bakar.

     Fungsinya untuk bahan bakar merebus kacang kedelai


2. Sablu/Dandang/Periuk besar ( pada industri rumahan memakai drum   bekas wadah oli/minyak yang dibuang/dibuka bagian atasnya ).

  Fungsi drum adalah untuk wadah merebus kedelai.

3. Tumbu : adalah wadah bulat dari anyaman bambu yang rapat juga       lumayan besar, biasanya berdiameter 60-70cm.

    Pada industri rumahan saya menyebutnya luwak.


  Luwak adalah drum bekas oli/minyak yang dipotong menjadi 2 bagian, dan bagian sampingnya keliling sampai batas 20-30cm dari bagian bawah drum, dilobangi dengan ujung paku usuk dengan jarak 7-8cm dari arah bagian dalam drum, kemudian bagian luarnya yang tajam dirapikan supaya tidak melukai bila luwak tersebut digunakan.

   Fungsi tumbu dan luwak adalah untuk mempermudah proses ngriyek.

4. Timba/Baldi/Gayung/Ciduk ( pada industri rumahan biasanya terbuat dari   bahan seng, hal ini untuk mempermudah pekerjaan ).

   Fungsinya untuk mengambil rebusan kedelai dari sablu/dandang/drum.

5. 1. Jocohan plastik : dibuat dari jeruji sepeda yang ujungnya dibuat runcing dengan panjang 1,5-2cm dan diberi gagang kayu untuk menggenggam.

Fungsinya untuk melobangi plastik pembungkus tempe.

 2. Jocohan daun : pisau kecil ukuran lebar 1cm panjang 4-5cm.
   
    Fungsinya untuk melobangi daun pisang pembungkus tempe.

6. Pisau stanless yang agak besar dan tajam.

    Fungsinya untuk memotong atau lebih tepatnya merapikan daun pisang.
    Dalam bahasa saya, saya menyebutnya nyereti.

7. Bak air yang agak tinggi/panjang + 60-70cm, diameter 40-50cm ( pada   industri rumahan memakai drum plastik ). 

     Fungsinya untuk merendam kedelai/proses fermentasi kedelai.


8. Saya menyebutnya Kere : terbuat dari bahan bambu yang dianyam   jarang-jarang dan dibagian tengah diberi 2 bilah/potongan bambu sejajar   memanjang yang agak tebal, dengan lebar  + 3cm.

 Biasanya berukuran panjang 200cm lebar 40cm, atau sesuai kebutuhan.

         Fungsinya untuk meletakkan tempe yang sudah dibungkus/dibentuk           dan  ditata/disusun rapi di atas kere.

9. Selimut/Penutup ( biasanya memakai karung goni, karung plastik/agel,   atau kain sarung/selimut jg bisa).

           Fungsinya untuk menutup tempe yang sudah dibungkus.

10. Alat pemecah kedelai ( jika ada ).

  Alat ini ada yang diengkol dengan tangan, ada juga yang menggunakan   motor/dinamo sebagai penggeraknya. Jika tidak adapun tidak masalah, karena kita bisa memecah kedelai dengan tangan atau dipijak.

          Fungsinya untuk memecah/membelah kedelai atau untuk memisahkan        kulit arinya kacang kedelai.



II. Bahan


1.    Kacang kedelai/soya bean 5 kg.

2. Inokulum Ragi Tempe ( Raprima ) sesuai aturan pada tabel         pembungkusnya. Biasanya ragi tempe ini bisa didapat pada penjual           kacang kedelai grosiran.

3. Plastik PE ukuran terserah apakah akan dibuat tempe ukuran besar atau kecil ( sebelumya plastik dilobangi dengan jocohan plastik dengan jarak + 2-3cm keliling/pada daerah yang terisi kacang kedelai, dan pastikan plastik tersebut terlobangi tembus pada bagian sebaliknya, dengan cara pada saat menjocoh plastik diganjal/dilandasi dengan kayu yang lunak, contoh : kayu sengon.

4. Daun pisang ( untuk hasil yang bagus daun pisang biji/pisang klutuk, pisang kapokan ). sebelumya daun pisang dilobangi dengan jocohan daun dengan jarak + 2-3cm keliling/pada daerah yang terisi kacang kedelai, dan pastikan daun pisang tersebut terlobangi tembus pada bagian sebaliknya, dengan cara pada saat menjocoh diganjal/dilandasi dengan kayu yang lunak.

5. Saya menyebutnya Biting : yaitu bambu dari jenis bambu tali yang diraut tipis-tipis senada dari arah pangkal ke ujung dari satu ruas bambu kemudian dipotong miring seukuran sama panjang + 4-5cm sehingga menghasilkan ujung yang runcing dan lentur. ( fungsinya untuk mengunci/merekatkan tempe daun )

6. Lilin atau Alat perekat elektrik ( jika ada ). fungsinya untuk merekatkan tempe plastik.


Proses Pembuatan Tempe


1. Cuci kacang kedelai dengan air bersih dalam bak ( alat no. 7 ) buang sampah/kulit kacang yang terapung kemudian buang airnya.

2. Masukkan kedelai kedalam sablu/dandang ( alat no. 2 ) isi dengan air + 2 kali bagian dari tinggi permukaan kedelai, rebus sampai mendidih dengan tingkat kematangan sedang, dengan cara mengambil sebutir kemudian pijit dengan dua jari, jika kedelai dapat terbelah menjadi 2 bagian artinya sudah matang.

   Catatan : jangan merebus kedelai sampai empuk/hancur jika dipijit karena akan berpengaruh pada kualitas dan kuantitas tempe.
 
    Catatan : Pengrajin tempe profesional biasanya menyudahi proses perebusan ini pada bualan/didihan pertama atau pertama kali air dari bawah rebusan   membual/mendidih, kedelai langsung diangkat.

3. Angkat kedelai dengan gayung/timba/baldi ( alat no. 4 ) dan tiriskan di tumbu ( alat no. 3 ) biarkan kedelai tetap panas jangan disiram dengan air dingin. Sisakan 1/3 air rebusan kedelai yang masih panas/jangan tiriskan kedelai seluruhnya.

4. Masukkan segera kedelai yang ditiriskan tapi masih panas dan 1/3 air rebusan yang masih panas tadi kedalam bak ( alat no. 7 ) kemudian tambahkan air dingin sampai rata pada permukaan kedelai. 

    Catatan : bukan tinggi permukaan bak.

5. Untuk pertama kali proses perendaman (proses fermentasi), tambahkan asam cuka 50ml.

6. Biarkan kedelai tersebut minimal 15 jam sampai air rendaman menjadi kental dan berasa sangat asam.

    Biasanya untuk pertama kali proses pembuatan tempe diperlukan waktu perendaman (fermentasi kedelai) atau saya menyebutnya pengasaman lebih lama dari fermentasi kedelai selanjutnya.


Dikarenakan untuk proses pengasaman selanjutnya selalu mengambil + 0,2 liter air asaman dari proses pengasaman sebelumnya.


Tindakan tersebut untuk memancing proses pengasaman agar lebih cepat dan sempurna. Karena semakin kental asaman/rendaman kedelai semakin bagus pada hasil tempe.


    Catatan : jangan mencoba mencuci kedelai/ngriyek jika air rendaman kedelai encer/tidak kental.



6. Langkah selanjutnya adalah proses mencuci kacang kedelai, dengan catatan air rendaman kedelai benar-benar kental dan berasa asam (contoh kekentalannya seperti membayangkan susu atau kecap).

Langkah pertama untuk mencuci kedelai adalah ambil air rendaman kedelai yang sudah mengental/asam + 0,2 liter dalam wadah bersih sembarang, untuk digunakan dalam proses fermentasi berikutnya.


Selanjutnya tuangkan/masukkan seluruh kedelai kedalam tumbu ( alat no. 3 ) siram dengan air sampai air asaman ikut keluar terbuang.


Kemudian remas-remas kedelai atau pijak-pijak dengan kaki supaya kedelai pecah/terbelah (atau bisa dengan mesin pemecah kedelai), kemudian siram dengan air lagi, lakukan berulang-ulang sampai air asaman benar-benar hilang dan kedelai akan terasa kesat ditangan ( dalam bahasa saya :  kemrisik ).


Pindahkan kedelai tadi kedalam luwak, isi luwak dengan air sampai penuh, kucek-kucek kembali kedelai, lalu buang kulit kedelai dengan cara ; angkat luwak perlahan hingga kemiringan 400 biarkan air bagian atas terbuang bersama kulit kedelai, lalu kembalikan luwak pada posisi semula/tegak, pukul-pukul ringan bagian samping luwak dengan kayu seukuran lengan, maka air sisanya akan mengalir dari lobang-lobang disekelilingnya.

Lakukan proses ini 2-3 kali, pastikan kedelai benar-benar terasa kesat/kemrisik ditangan.


7. Biarkan air sampai tuntas mengalir, kemudian isi lagi dengan air rata pada permukaan kedelai, taburkan Inokulum Ragi Raprima berdasarkan tabel untuk 5 kg kedelai diatasnya, aduk-aduk sampai rata terutama pada bagian bawah keliling luwak, biarkan 2-3 menit, kembali pukul-pukul ringan bagian samping luwak dengan kayu seukuran lengan, setelah semua air keluar, miringkan posisi luwak dengan diganjal kayu atau sandarkan pada sesuatu supaya air benar-benar mengalir tuntas.

   Disarankan untuk daerah yang berhawa dingin/pegunungan, atau didaerah bawahpun/panas pada waktu musim penghujan, pada saat proses peragian supaya menggunakan air hangat dan kuantitas ragi sedikit ditambah.


Selain Ragi Raprima anda juga bisa menggunakan ragi turunan/tembakan dari ragi raprima. 

Berdasarkan pengalaman para pengrajin tempe, mayoritas mengatakan ragi tembakan/turunan lebih bagus pada tempe dibandingkan ragi indukkannya.


Ragi tembakan/turunan pada tempe yang sudah jadi, lebih stabil, maksudnya tempe tidak mudah panas kemudian jamurnya mati, atau istilah saya ledes.


Selain itu ragi tembakan jg bisa menekan biaya produksi, hal ini dikarenakan 1 kg ragi raprima bisa diturunkan menjadi 6 kg ragi tembakan.


Uraian tentang cara turunan/tembakan/memperbanyak ragi raprima bisa anda temukan pada artikel saya yang lain.


8. Kembali ke .. tempe made in Indonesia!

    Setelah hasil cucian kedelai yang sudah diberi ragi tadi didiamkan + 30 menit, maka kedelai siap dibungkus pada plastik ataupun daun pisang yang sudah dijocoh/dilobangi.


   Setelah kedelai dibungkus, susun dan bentuk tempe pada kere ( alat no. 8 ) setelah kesemuanya selesai tutup bakal tempe dengan selimut untuk memperoleh suhu kamar 24-280C biarkan + 12 jam atau setelah 10 jam periksa secara berkala pada bakal tempe dengan cara dirasakan pada punggung telapak tangan.


    Bila sudah terasa hangat atau pada bakal tempe plastik berkeringat dibagian dalam, buka selimut dan angin-anginkan bakal tempe dengan udara segar. ( catatan : jangan terlalu hangat/panas pada bakal tempe saat membuka selimut, karena spora akan mati dan tempe tidak akan jadi ).



     Untuk yang masih penasaran, silahkan ping saya DI SINI 

PS : Untuk pembaca yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga dan ingin membantu suami dengan mempunyai penghasilan dari internet, silahkan berikhtiar DI SINI


Sekian, semoga bermanfaat.